Yang paling sering jadi masalah justru satu: bau amis.
Banyak orang pernah nyobain pempek yang teksturnya oke, tapi aromanya kurang nyaman. Akhirnya, makan jadi kurang nikmat, bahkan kapok beli lagi.
Padahal, pempek yang benar-benar berkualitas harusnya tidak meninggalkan bau amis sama sekali.
Lalu, sebenarnya apa sih yang bikin pempek bisa bebas amis? Dan apa bedanya pempek biasa dengan pempek premium?
Pempek premium menggunakan ikan segar berkualitas, biasanya ikan tenggiri yang masih fresh.
Sedangkan pempek biasa sering kali:
• Menggunakan ikan yang sudah tidak terlalu segar
• Atau dicampur dengan bahan lain untuk menekan biaya
Hasilnya? Aroma amis lebih terasa
Rasa ikan jadi kurang “bersih”
Pempek yang dibuat dari ikan segar akan menghasilkan rasa yang lebih:
• Gurih alami
• Ringan di lidah
• Tidak meninggalkan bau mengganggu
Pempek premium biasanya:
• Diolah dalam kondisi dingin (untuk menjaga kualitas ikan)
• Tidak overmix (biar tekstur tetap lembut, bukan keras)
• Tidak menggunakan bahan tambahan berlebihan
Sebaliknya, pempek biasa kadang:
• Diolah tanpa kontrol suhu
• Terlalu banyak tepung
• Atau menggunakan bahan tambahan untuk “menutupi” kualitas ikan
Kenapa ini penting?
Karena beberapa bahan tambahan justru bisa mempengaruhi aroma dan rasa.
Pempek yang alami akan terasa lebih “clean” — baik dari segi rasa maupun aroma.
Padahal, pempek premium punya ciri:
• Kenyal, tapi tetap lembut
• Tidak keras saat digigit
• Tidak “mental” berlebihan
Tekstur ini biasanya muncul dari komposisi yang seimbang antara ikan dan sagu.
Bukan alat untuk menutupi kekurangan.
Pempek biasa sering “diselamatkan” oleh cuko yang sangat kuat.
Sementara pempek premium tetap enak bahkan sebelum dicocol.
Tapi kalau bicara soal:
• Rasa yang bersih
• Aroma yang nyaman
• Pengalaman makan yang lebih memuaskan
Pempek premium jelas memberikan nilai yang berbeda.
Karena pada akhirnya, bukan cuma soal kenyang — tetapi juga soal menikmati.